Selasa, 31 Mei 2016

Anak terkecil

kelihatan sekilas kaki anak ini sangat kuat menahan beban yang lebih berat dari badannya.
semuanya seperti runtuh di pundaknya tapi tetap anak ini berjalan
tanpa sedikit pun perlihatkan sebuah keletihan, keputus asaan karna anak ini sadar akan semua yang ia korbankan.
jika melihat ke belakang sebenarnya anak ini di lahirkan hanya sebagai anak yang manja yang hanya ada di pikirannya itu jika ia menginginkan sesuatu ia merengek tanpa memikirkan keadaan bagaimana kondisi orang tuanya yang anak ini lihat hanya Senyuman Dari mereka Meski kini ia sadar bahwa senyuman itu bukanlah yang sebenarnya tapi itu hanya pengalih perhatian.
dan masa itu anak inir merasa sangat berdosa karna berani beraninya ia berbicara Lebih Keras dari orang yang susah payah melahirkanya hanya karna sebuah hal yang sepele,


entah sebesar apa penyesalan anak ini yang jelas ia befikir bahwa meskipun ia mengabdi pada dunia dan memberikan semua isinya tetap saja itu takan bisa menggantikan pengorbanan orang tuanya.
dan anak ini pun terus merenung sepulang perjalanan di tempat kecilnya lalu memikirkan satu hal yang ia lupakan bahwa yang ia butuhkan hanya sebuah Do'a dan arahan orang tuanya di dunia yang begitu asing baginya.
meskipun anak ini sadar semua ini sudah terlambat Tapi ia Memohon kepada yang maha kuasa supaya Di berikan Satu Kesempatan saja untuk melaksanakan Ucapan Orang tua nya walaupun cuma Satu Kata saja.
Karna Ia berpikir bahwa takan ada yang bisa menggantikan Ketulusan Yang ia Rasakan Walaupun Ada Seribu Wanita Yang Mencintainya.

Label: , , ,

Sabtu, 14 Mei 2016

kelahiran pribadi yang baru

kesepian itu seperti rasa lapar bukan diluar tapi di dalam diri seseorang. kesepian berarti merasa kekurangan sesuatu .sesuatu yang harus ada namun tak tau apakah itu.
mungkin sudah terlambat untuk menjadi seseorang yang lebih berguna. tapi di sisa umur ini aku telah banyak berpikir,melihat,membaca dan memahami begitu sempitnya pikiranku di dunia yang luas ini.
hingga aku menemukan jalan hidupku dalam aturan dan kedisiplinan

Label: , , ,

Sabtu, 05 September 2015

kenangan persahabatan putih abu abu



KENANGAN PUTIH ABU ABU



Label: , , , , ,

Senin, 21 Juli 2014

Orang Islam Sembah Kaabah

Adakah Orang Islam Sembah Kaabah?

Adakah Orang Islam Sembah Kaabah? | Suatu hari, seorang pemuda sedang asyik membaca artikel-artikel lama di laman web oh meletop melalui iPad’nya. Sedang asyik, dia didatangi oleh seorang sahabat lama yang bukan beragama Islam. Berbual punya berbual, hinggalah tersentuh bab agama dan akhirnya terzahirlah perbualan di bawah ini.


“Kenapa orang Islam sembah bangunan kain hitam tu?”

“Oh…. itu Kaabah atau nama lainnya Baitullah”

“Baitullah tu apa?” …

“Secara terjemahan mudah maknanya Rumah Allah”

“Allah ada dalam tu?”

“Tak…..”

“Jadi, kenapa sembah bangunan tu kalau Allah tak ada dalam tu?” 

“Yang saya sembah bukannya bangunan tu..”

“Kamu sembah apa?”

“Saya sembah Allah swt”

“Jadi, kenapa sembah bangunan tu?”

“Saya MENGHADAP sahaja ke arah Kaabah tetapi saya tak sembah Kaabah..”

“Bukankah kamu sujud ke arah Kaabah, maknanya kamu sembah Kaabah la..”

“Kamu pernah tgk perlawanan bola dalam TV?”

“Pernah…… selalu..”

“Kamu tengok tv ke tengok perlawanan bola?”

“Tengok perlawanan bola la..”

“Di mana?”

“Dalam tv la..”

“Cuba buka tv tu, tengok di dalamnya ada stadium dan perlawanan bola ke tak..”

“Memanglah tak ada.. tapi itukan gambarnya ada..”

“Bukalah dalam tv, tengok ada ke tak gambar perlawanan bola dalam tu..”

“So..?”

“Maknanya kamu tengok tv, bukan perlawanan bola.. betul tak?”

“Tak.. aku tengok perlawanan bola la melaui tv tu..”

“Peliknya..”

“Sebab apa pulak pelik?”

“Ye la, kau cakap tengok perlawanan bola, sedangkan aku tengok dalam tv tu tak ada apa-apa.. yg ada hanya wayar je berselirat..”

“Memanglah dalam tv tu ada banyak wayar, tapi tv tu menayangkan gambar-gambar perlawanan bola dalamnya..”

“Hurm.. jadi tak peliklah ni..?”

“Ya.. tak pelik..”

“Jadi tak pelik jugalah aku sujud ke arah Kaabah untuk menyembah Allah swt. walau pun dalam Kaabah tak ada Allah..”

Sumber: Oh Islam 

Label: ,

Hadis Nabi SAW Tentang Jarak Dua Pintu Syurga Disahkan Oleh Teknologi

Subhanallah! Hadis Nabi SAW Tentang Jarak Dua Pintu Syurga Disahkan Oleh Teknologi

Subhanallah! Hadis Nabi SAW Tentang Jarak Dua Pintu Syurga Disahkan Oleh Teknologi | Sheikh Abdel Majid al-Zindani, merupakan pengarah projek Scientific Miracles in the Quran and Hadith, Universiti King Abdul Aziz Jeddah, Saudi Arabia telah mengumumkan satu lagi penemuan saintifik yang telah beliau temui yang membuktikan kebenaran kenabian Nabi Muhammad saw, melalui hadith yang menceritakan tentang jarak antara dua pintu syurga.

Kemajuan didalam bidang sains dan angkasa dizaman kini telah membuktikan sabda Rasulullah saw yang telah baginda sampaikan sejak 1400 tahun yang lalu. Padahal baginda adalah seorang nabi yang diutuskan sebagai ummi, yang tidak tahu membaca dan menulis sebelumnya.

Sheikh Zindani telah membawa satu hadis dalam Sahih Muslim dan diriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwa Nabi saw bersabda:

“والذي نفس محمد بيده إن ما بين المصراعين من مصاريع الجنة لكما بين مكة وهجر أو كما بين مكة وبصرى”
Demi Dzat yang jiwaku ada ditangan-Nya! Sungguh jarak antara dua pintu (yang ada daun pintunya) dari pintu-pintu syurga seperti antara Makkah dengan Hajar, atau seperti antara Makkah dengan Bushra.” (HR. Muslim no. 287)

Sheikh tersebut mengatakan Nabi Muhammad saw memberikan jarak antara dua pintu syurga adalah sama jaraknya Makkah dan Hajar yang berada di sebelah timur (sekarang ini Qatar dan Bahrain), dan juga jarak antara Makkah dan Bushra yang berada di sebelah utara.

Sesuai hadis ini, maka jaraknya sama seperti jarak antara Makkah dan Hajar atau sama dengan jarak antara Makkah dan Bushra (Jarak Makkah-Hajar = Jarak Makkah-Bushra).

Beliau mengatakan adalah sukar untuk mengukur jarak yang jauh antara dua tempat melalui jalan darat kerana terdapatnya halangan seperti bentuk mukabumi, jarak yang tepat hanya boleh diperolehi melalui pengukuran dari udara yang tidak mungkin dapat dilakukan pada zaman tersebut.

Beliau mengatakan dengan adanya kapalterbang dan satelit dalam abad 20 ini jarak tersebut dapat dihitung dengan tepat.

Ukuran dengan Google Earth membuktikannya, bahawa adalah benar jarak Makkah-Hajar tepat sama dengan jarak Makkah-Bushra, iaitu keduanya memiliki jarak yang sama, 1273 km!

Bagaimana mungkin seorang manusia di padang pasir Arab dapat dengan tepat mengukur jarak dua tempat itu, jika tidak kerana bantuan, pemberitahuan dari Allah Yang Maha Pencipta yang mencipta langit dan bumi dan seluruh alam ini!

Sumber: Amekaw

Label: , ,

Hacker Dunia Lancarkan Operasi Gempur Israel

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Para hacker di seluruh dunia dikabarkan tengah melancarkan serangan bertubi-tubi ke sejumlah situs dan jaringan internet milik pemerintah Israel pada Jumat (11/7). Serangan siber itu digulirkan sebagai aksi simpati kepada masyarakat Gaza yang sepekan ini terus mengalami serbuan brutal dari pasukan militer Israel.

Berita soal rencana serangan besar-besaran ke situs internet Israel sudah berhembus kencang dua-tiga hari ini. Itu bermula dari ajakan peretas bernama AnonGhost agar hacker di seluruh dunia yang peduli Palestina serempak membombardir situs-situs web milik Zionis.

AnonGhost menyampaikan ajakan tersebut melalui sebuah video di YouTube berjudul "Message to IsraHell and All The World #OpSaveGaza #AnonGhost 11/7/2". Video itu diunggah sejak Rabu 9 Juli 2014.

“Kampanye terbesar melawan 'Israhell', untuk mengekspose aktivitas terorisme mereka kepada dunia," tulis sang peretas.

Isaac Ben-Israel, Kepala Yuval Neeman Workshop untuk Sains, Teknologi, dan Kemanan jaringan di Universitas Tel Aviv, mengatakan sejak beberapa terakhir ini, serangan siber membidik Israel telah meningkat hingga 900 persen.

“Biasanya kami mendapat 100 ribu serangan tiap harinya, kini jumlahnya jutaan, dari seluruh Arab dan negara Muslim," kata dia seperti dikutip Times of Israel, Kamis (10/7).

Jumlah itu, kata Ben, dihitung hanya berdasarkan serangan ke situs-situs pemerintah. “Kami tidak tahu berapa komputer rumah dan pribadi yang mungkin mendapat serangan serupa."

Menurut Ben, ada beberapa pola serangan yang digunakan peretas. Di antaranya, melakukan deface atau mengubah tampilan wajah situs. Lainnya, dengan cara melancarkan serangan DDOS.

DDOS atau Distributed Denial-of-Service adalah teknik membanjiri situs dengan trafik palsu. Dengan teknik ini peretas mencoba membuat sistem jaringan dan situs tidak lagi bisa digunakan alias lumpuh akibat trafik terlalu padat.

Label: ,

Jumat, 29 November 2013

about bengkel

Label: , , , , , , , , , ,

Sabtu, 01 Desember 2012

Wanita Haid Tidak Perlu Qadha Puasa Asyura & Tetap Dapat Pahalanya


Wanita Haid Tidak Perlu Qadha Puasa Asyura dan Bisa Mendapatkan Pahalanya

Pertanyaan:
Jika ada wanita haid di tanggal 9, 10, dan 11 Muharam, bolehkah dia mengqadha puasa di tanggal-tanggal itu setelah suci.

Jawaban:
Alhamdulillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, wa ba’du,
Orang yang tidak bisa puasa asyura, dia tidak perlu meng-qadhanya. Karena tidak ada dalil masalah ini. Di samping itu, pahala yang dijanjikan itu disyaratkan dengan melakukan puasa di tanggal 10 muharam. Sementara orang ini tidak berpuasa di hari itu.
Imam Ibnu Utsaimin pernah ditanya hal yang sama, kemudian beliau menjelaskan, Amalan sunah ada dua:
- Amalan sunah yang dilakukan karena sebab tertentu
- Amalan sunah yang tidak memiliki sebab, yang sering disebut puasa sunah mutlak.
Amalan sunah yang dilakukan karena sebab tertentu, kesempatan untuk melaksanakannya bisa habis dengan habisnya masa munculnya sebab itu, dan tidak bisa diqadha. Sebagai contoh, shalat tahiyatul masjid. Jika ada orang yang masuk masjid kemudian duduk agak lama, kemudian dia ingin melakukan shalat tahiyatul masjid maka shalat yang dia lakukan tidak bernilai tahiyatul masjid.
Termasuk dalam hal ini adalah puasa arafah dan puasa asyura. Jika ada orang yang menunda puasa asyura atau puasa arafah tanpa alasan yang dibenarkan maka dia tidak perlu mengqadhanya. Dan tidak bernilai puasa asyura jika dia mengqadhanya. Sementara jika ada orang yang memailiki udzur, seperti wanita haid, nifas, atau karena sakit, sehingga tidak bisa puasa asyura, pendapat yang kuat, dia tidak perlu qadha. Karena puasa asyura dibatasi dengan hari tertentu, dimana status hukum puasanya akan hilang bersamaan dengan selesainya hari itu. (Majmu’ Fatawa Ibn Utsaimin, 20/43).

Tetap bisa mendapatkan pahalanya tanpa puasa

Dalam fatwa islam (no. 146212) dinyatakan,
Orang yang memiliki udzur (alasan yang diterima) untuk tidak puasa, seperti wanita haid, nifas, orang sakit, atau musafir, sementara dia punya kebiasaan puasa di hari itu dan dia memiliki niat untuk melakukan puasa di hari itu, maka dia tetap mendapatkan pahala atas niatnya tersebut. Sebagaimana dinyatakan dalam hadis riwayat Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِذَا مَرِضَ الْعَبْدُ أَوْ سَافَرَ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ مَا كَانَ يَعْمَلُ مُقِيمًا صَحِيحًا
“Apabila seorang hamba mengalami sakit atau safar (sehingga meninggalkan amalan sunah) maka dia tetap dicatat mendapatkan pahala sebagaimana amalan yang dia lakukan ketika mukim (tidak safar) atau ketika sehat.” (HR. Bukhari 2996).
Al-Hafidz Ibn Hajar mengatakan,
( كُتِبَ لَهُ مِثْل مَا كَانَ يَعْمَل مُقِيمًا صَحِيحًا ) وَهُوَ فِي حَقّ مَنْ كَانَ يَعْمَل طَاعَة فمُنِع مِنْهَا ، وَكَانَتْ نِيَّته ـ لَوْلَا الْمَانِع ـ أَنْ يَدُوم عَلَيْهَا
Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
“Dia tetap dicatat mendapatkan pahala sebagaimana amalan yang dia lakukan ketika mukim dan sehat”
Ini berlaku untuk orang yang punya kebiasaan melakukan amal soleh, kemudian dia terhalangi untuk melakukannya, sementara dia berniat untuk tetap merutinkannya, andaikan tidak ada penghalang


Label:

puasa di hari asyura


Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, wa ba’du
Sebagian ulama berpendapat, puasa tanggal 10 saja hukumnya makruh. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berencana untuk puasa tanggal 9, di tahun berikutnya, dengan tujuan menyelisihi model puasa orang Yahudi. Ini merupakan pendapat Ibnu Abbas, Abu Hanifah dan yang dikuatkan Syaikh Ibn Baz rahimahumullah.
Sementara itu, ulama yang lain berpendapat bahwa melakukan puasa tanggal 10 saja tidak makruh. Akan tetapi yang lebih baik, diiringi dengan puasa sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya, dalam rangka melaksanakan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Insya Allah, inilah pendapat yang lebih kuat.
Syaikhul Islam mengatakan,
صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ كَفَّارَةُ سَنَةٍ وَلا يُكْرَهُ إفْرَادُهُ بِالصَّوْمِ ..
Puasa hari asyura bisa menjadi kaffarah (penebus dosa) selama setahun, dan tidak dimakruhkan melaksanakan puasa asyura saja.” (al-Fatawa al-Kubra, 5:378).
Dalam Tuhfatul Muhtaj, Ibn Hajar al-Haitami mengatakan:
وعاشوراء لا بأس بإفراده
“Puasa asyura, tidak masalah melaksanakannya tanpa diiringi puasa sebelum atau sesudahnya.” (Tuhfatul Muhtaj, 14:80)
Lajnah Daimah pernah ditanya tentang masalah ini, dan memberikan jawaban:
يجوز صيام يوم عاشوراء يوماً واحداً فقط ، لكن الأفضل صيام يوم قبله أو يوم بعده ، وهي السُنَّة الثابتة عن النبي صلى الله عليه وسلم بقوله : ” لئن بقيت إلى قابل لأصومن التاسع
Boleh melakukan puasa hari asyura saja. Namun yang lebih utama adalah puasa sehari sebelumnya atau setelahnya. Ini merupakan sunah yang diajarkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana yang beliau sabdakan: “Jika saya masih hidup tahun depan, saya akan puasa di tanggal 9.” (HR. Muslim no. 1134).
(Fatwa Lajnah, 11:401).
Allahu a’lam

Label:

Amalan Di Bulan Muharram


Memperbanyak puasa selama bulan Muharram
Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أفضل الصيام بعد رمضان ، شهر الله المحرم
“Sebaik-baik puasa setelah Ramadlan adalah puasa di bulan Allah, bulan Muharram.” (HR. Muslim)

Dari Ibn Abbas radliallahu ‘anhuma, beliau mengatakan:
ما رأيت النبي صلى الله عليه وسلم يتحرى صيام يوم فضَّلة على غيره إلا هذا اليوم يوم عاشوراء ، وهذا الشهر – يعني شهر رمضان
“Saya tidak pernah melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memilih satu hari untuk puasa yang lebih beliau unggulkan dari pada yang lainnya kecuali puasa hari Asyura’, dan puasa bulan Ramadhan.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)
Puasa Asyura’ (puasa tanggal 10 Muharram)
Dari Abu Musa Al Asy’ari radliallahu ‘anhu, beliau mengatakan:
كان يوم عاشوراء تعده اليهود عيداً ، قال النبي صلى الله عليه وسلم : « فصوموه أنتم ».
Dulu hari Asyura’ dijadikan orang yahudi sebagai hari raya. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Puasalah kalian.” (HR. Al Bukhari)
Dari Abu Qatadah Al Anshari radliallahu ‘anhu, beliau mengatakan:
سئل عن صوم يوم عاشوراء فقال كفارة سنة
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang puasa Asyura’, kemudian beliau menjawab: “Puasa Asyura’ menjadi penebus dosa setahun yang telah lewat.” (HR. Muslim dan Ahmad).
Dari Ibn Abbas radliallahu ‘anhuma, beliau mengatakan:
قَدِمَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – الْمَدِينَةَ وَالْيَهُودُ تَصُومُ عَاشُورَاءَ فَقَالُوا هَذَا يَوْمٌ ظَهَرَ فِيهِ مُوسَى عَلَى فِرْعَوْنَ . فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – لأَصْحَابِهِ «أَنْتُمْ أَحَقُّ بِمُوسَى مِنْهُمْ ، فَصُومُوا».
Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sampai di Madinah, sementara orang-orang yahudi berpuasa Asyura’. Mereka mengatakan: Ini adalah hari di mana Musa menang melawan Fir’aun. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada para sahabat: “Kalian lebih berhak terhadap Musa dari pada mereka (orang yahudi), karena itu berpuasalah.” (HR. Al Bukhari)
Keterangan:
Puasa Asyura’ merupakan kewajiban puasa pertama dalam islam, sebelum Ramadlan. Dari Rubayyi’ binti Mu’awwidz radliallahu ‘anha, beliau mengatakan:
أرسل النبي صلى الله عليه وسلم غداة عاشوراء إلى قرى الأنصار : ((من أصبح مفطراً فليتم بقية يومه ، ومن أصبح صائماً فليصم)) قالت: فكنا نصومه بعد ونصوّم صبياننا ونجعل لهم اللعبة من العهن، فإذا بكى أحدهم على الطعام أعطيناه ذاك حتى يكون عند الإفطار
Suatu ketika, di pagi hari Asyura’, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus seseorang mendatangi salah satu kampung penduduk Madinah untuk menyampaikan pesan: “Siapa yang di pagi hari sudah makan maka hendaknya dia puasa sampai maghrib. Dan siapa yang sudah puasa, hendaknya dia lanjutkan puasanya.” Rubayyi’ mengatakan: Kemudian setelah itu kami puasa, dan kami mengajak anak-anak untuk berpuasa. Kami buatkan mereka mainan dari kain. Jika ada yang menangis meminta makanan, kami memberikan mainan itu. Begitu seterusnya sampai datang waktu berbuka. (HR. Al Bukhari dan Muslim)
Setelah Allah wajibkan puasa Ramadlan, puasa Asyura’ menjadi puasa sunnah. A’isyah radliallahu ‘anha mengatakan:
كان يوم عاشوراء تصومه قريش في الجاهلية ،فلما قد المدينة صامه وأمر بصيامه ، فلما فرض رمضان ترك يوم عاشوراء ، فمن شاء صامه ، ومن شاء تركه
Dulu hari Asyura’ dijadikan sebagai hari berpuasa orang Quraisy di masa jahiliyah. Setelah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba di Madinah, beliau melaksanakn puasa Asyura’ dan memerintahkan sahabat untuk berpuasa. Setelah Allah wajibkan puasa Ramadlan, beliau tinggalkan hari Asyura’. Siapa yang ingin puasa Asyura’ boleh puasa, siapa yang tidak ingin puasa Asyura’ boleh tidak puasa. (HR. Al Bukhari dan Muslim)
Puasa Tasu’a (puasa tanggal 9 Muharram)
Dari Ibn Abbas radliallahu ‘anhuma, beliau menceritakan:
حين صام رسول الله صلى الله عليه وسلم يوم عاشوراء وأمر بصيامه ، قالوا : يا رسول الله ! إنه يوم تعظمه اليهود والنصارى ، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ((فإذا كان العام المقبل ، إن شاء الله ، صمنا اليوم التاسع )) . قال : فلم يأت العام المقبل حتى تُوفي رسول الله صلى الله عليه وسلم
Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan puasa Asyura’ dan memerintahkan para sahabat untuk puasa. Kemudian ada sahabat yang berkata: Ya Rasulullah, sesungguhnya hari Asyura adalah hari yang diagungkan orang yahudi dan nasrani. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tahun depan, kita akan berpuasa di tanggal sembilan.” Namun, belum sampai tahun depan, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallamsudah diwafatkan. (HR. Al Bukhari)

Adakah anjuran puasa tanggal 11 Bulan Muharram?

Sebagian ulama berpendapat, dianjurkan melaksanakan puasa tanggal 11 Muharram, setelah puasa Asyura’. Pendapat ini berdasarkan hadis:
صوموا يوم عاشوراء وخالفوا فيه اليهود وصوموا قبله يوما أو بعده يوما
“Puasalah hari Asyura’ dan jangan sama dengan model orang yahudi. Puasalah sehari sebelumnya atau sehari setelahnya.” (HR. Ahmad, Al Bazzar).
Hadis ini dihasankan oleh Syaikh Ahmad Syakir. Hadis ini juga dikuatkan hadis lain, yang diriwayatkan Al-Baihaqi dalam Sunan Al-Kubra dengan lafadz:
صوموا قبله يوماً وبعده يوماً
“Puasalah sehari sebelumnya dan sehari sesudahnya.”
Dengan menggunakan kata hubung وَ (yang berarti “dan”) sementara hadis sebelumnya menggunakan kata hubung أَوْ (yang artinya “atau”).
Al-Hafidz Ibn Hajar menjelaskan status hadis di atas:
Hadis ini diriwayatkan Ahmad dan al-Baihaqi dengan sanad dhaif, karena keadaan perawi Muhammad bin Abi Laila yang lemah. Akan tetapi dia tidak sendirian. Hadis ini memiliki jalur penguat dari Shaleh bin Abi Shaleh bin Hay. (Ittihaf al-Mahrah, hadis no. 2225)
Demikian keterangan Syaikh Muhammad bin Shaleh al-Munajed.
Sementara itu, ulama lain berpendapat bahwa puasa tanggal 11 tidak disyariatkan, karena hadis ini sanadnya dhaif. Sebagaimana keterangan Al Albani dan Syaikh Syu’aib Al Arnauth dalam ta’liq musnad Ahmad. Hanya saja dianjurkan untuk melakukan puasa tiga hari, jika dia tidak bisa memastikan tanggal 1 Muharam, sebagai bentuk kehati-hatian.
Imam Ahmad mengatakan:
Jika awal bulan Muharram tidak jelas maka sebaiknya puasa tiga hari: (tanggal 9, 10, dan 11 Muharram), Ibnu Sirrin menjelaskan demikian. Beliau mempraktekkan hal itu agar lebih yakin untuk mendapatkan puasa tanggal 9 dan 10. (Al Mughni, 3/174. Diambil dari Al Bida’ Al Hauliyah, hal. 52).
Disamping itu, melakukan puasa 3 hari, di tanggal 9, 10, dan 11 Muharram, masuk dalam cakupan hadis yang menganjurkan untuk memperbanyak puasa selama di bulan Muharram. Sebagaimana yang dinyatakan dalam hadis dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sebaik-baik puasa setelah Ramadlan adalah puasa di bulan Allah, bulan Muharram.” (HR. Muslim)
Ibnul Qayim menjelaskan bahwa puasa terkait hari Asyura ada tiga tingkatan:
  1. Tingkatan paling sempurna, puasa tiga hari. Sehari sebelum Asyura, hari Asyura, dan sehari setelahnya.
  2. Tingkatan kedua, puasa tanggal 9 dan tanggal 10 Muharram. Ini berdasarkan banyak hadis.
  3. Tingkatan ketiga, puasa tanggal 10 saja.
(Zadul Ma’ad, 2/72)

Bolehkah puasa tanggal 10 saja?

Sebagian ulama berpendapat, puasa tanggal 10 saja hukumnya makruh. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berencana untuk puasa tanggal 9, di tahun berikutnya, dengan tujuan menyelisihi model puasa orang yahudi. Ini merupakan pendapat Syaikh Ibn Baz rahimahullah.
Sementara itu, ulama yang lain berpendapat bahwa melakukan puasa tanggal 10 saja tidak makruh. Akan tetapi yang lebih baik, diiringi dengan puasa sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya, dalam rangka melaksanakan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Dalam majmu’ fatawa, Syaikh Ibnu Utsaimin pernah ditanya:
Bolehkah puasa tanggal 10 Muharam saja, tanpa puasa sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya. Mengingat ada sebagian orang yang mengatakan bahwa hukum makruh untuk puasa tanggal 10 muharram telah hilang, disebabkan pada saat ini, orang yahudi dan nasrani tidak lagi melakukan puasa tanggal 10.
Beliau menjawab:
Makruhnya puasa pada tanggal 10 saja, bukanlah pendapat yang disepakati para ulama. Diantara mereka ada yang berpendapat tidak makruh melakukan puasa tanggal 10 saja, namun sebaiknya dia berpuasa sehari sebelumnya atau sehari setelahnya. Dan puasa tanggal 9 lebih baik dari pada puasa tanggal 11. Maksudnya, yang lebih baik, dia berpuasa sehari sebelumnya, berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Jika saya masih hidup tahun depan, saya akan puasa tanggal sembilan (muharram).” maksud beliau adalah puasa tanggal 9 dan 10 muharram….. Pendapat yang lebih kuat, melaksanakan puasa tanggal 10 saja hukumnya tidak makruh. Akan tetapi yang lebih baik adalah diiringi puasa sehari sebelumnya atau sehari setelahnya. (Majmu’ Fatawa Ibn Utsaimin, 20/42)
Artikel KonsultasiSyariah.com

Read more about Puasa by www.konsultasisyariah.com

Label:

Kelebihan organisasi Muhammadiyah

Muhammadiyah Bagaikan Raksasa Tidur


Seminar Pra Muktamar Muhammadiyah ke-46 yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) selama dua hari, Jumat dan Sabtu (18 dan 19 Desember 2009) di Auditorium Kampus Utama UMSU, Jl Kapten Mukhtar Basri No. 3 Medan dalam rangkaian peringatan Milad Satu Abad Muhammadiyah menghasilkan beberapa rumusan pemikiran.

Di antaranya, bagi Muhammadiyah dakwah adalah sesuatu yang universal dan makro mencakup seluruh bidang-bidang profesi, pekerja sosial, penulis, bahkan aktifitas dan kinerja pimpinan, majlis, badan, bagian dalam Muhammadiyah sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangganya diklaim sebagai bagian dari instrumen pelaksanaan dakwah itu sendiri, baik ditinjau dari sisi “das sein” dan “das solen” secara proses normatif dan teknis. Kondisi apologi ini merupakan icon dakwah Muhammadiyah yang faktual dan demokratik dari satu Muktamar ke Muktamar yang lain.

Satu abad aktifitas dakwah Muhammadiyah berlangsung dengan kelebihan dan kekurangannya. Kelebihannya terlihat antara lain pada keaktifan berkelanjutan dalam menegakkan “amar ma’ruf” yang masif, selalu mengedepankan pembaharuan (tajdid) yang autentik, tidak mengkultuskan ulamanya dan dialog antar jemaah dengan ustadz bukan sesuatu yang tabu. Muhammadiyah juga dinilai memiliki visi dan misi yang bagus dan Islami.

Selain itu Muhammadiyah diyakini sebagai organisasi sosial keagamaan yang terbesar di Indonesia, bahkan pakar sosial politik di Amerika Serikat menyebutkan Muhammadiyah sebagai organisasi Islam terbesar di dunia dengan amal usaha yang sudah banyak dimiliki seperti sekolah-sekolah mulai TK hingga Perguruan Tinggi, Panti-panti Asuhan, Rumah-rumah Sakit dan Klinik serta amal usaha lainnya yang tersebar di Indonesia.

Sedangkan kelemahan Muhammadiyah yang terlihat antara lain, kurang aktif dan berada di barisan belakang dalam penegakan “nahi mungkar” di tengah-tengah masyarakat yang heterogen serta penanganan kemiskinan masih bersifat sesaat dan mendadak, tidak berkesinambungan, seperti pada zakat fitrah, santunan anak yatim dan bencana alam.

Padahal jika melihat perkembangan organisasi keagamaan ini yang telah menyebar hampir di seluruh wilayah Indonesia dan sudah memiliki anggota yang banyak, Muhammadiyah sebenarnya merupakan sosok raksasa namun bagaikan raksasa sedang tidur yang perlu dibangunkan.

Kelemahan Muhammadiyah disebabkan metode “dakwah bil lisan” (dengan kata-kata) dan “dakwah bil hal” (dengan perbuatan) yang selama ini menjadi ciri khasnya, ternyata tidak dapat mengikuti irama dan gaya laju kebutuhan dan realitas kehidupan masyarakat yang heterogen.

Untuk itu diperlukan perubahan paradigma, modifikasi ataupun pengayaan model dan strategi dalam bentuk penekanan kembali secara berkelanjutan pada dakwah jama’ah dan dakwah kultural dengan menganulir habis masalah syirik, bid’ah, khurafat dan tahyul dalam zona warga Muhammadiyah, revitalisasi kehidupan anggota Muhammadiyah guna merealisasikan keluarga yang sakinah, mawaddah dan rahmah, perlu mempertimbangkan dakwah virtual (dunia maya) seperti melalui internet, spiritual feacebook dan SMS dalam HP.

Kemudian perlu mengembangkan “dakwah bil lisan” dan “dakwah bil hal” dengan “dakwah bi as-siyasah” (dakwah wisata) dan  memilitansikan “dakwah bi al-‘aduwiyyah” (inventarisasi anggota dan karyawan yang bekerja di lembaga amal usaha Muhammadiyah). Selain itu dakwah Muhammadiyah juga harus progresif spiritualisme yakni memfungsikan dan mengintegralkan unsur-unsur energi zikir (fikri, qauli dan fi’li = pemikiran, perkataan dan perbuatan) dalam kehidupan.

Selanjutnya akselerasi dakwah Muhammadiyah harus memperhatikan peta dakwah, realitas sosial dan kebutuhan masyarakat, perlunya pengembangan siaran radio dan  televisi Muhammadiyah secara translokal dan transnasional serta perlunya bermitra dengan penguasa dan pengusaha tanpa harus meninggalkan ideologi Muhammadiyah (Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah, Kepribadian Muhammadiyah, Matan, Keyakinan dan Cita-cita Hidup Warga Muhammadiyhah (MKCR), Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah dan 12 Tafsir Langkah Kehidupan Muhammadiyah).

Kesimpulan rumusan hasil seminar merekomendasikan agar pada Muktamar ke-46 di Yogyakarta tahun depan (2010), Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengapresiasi penguatan Majelis Pemberdayaan Masyarakat yang menangani persoalan kemiskinan dengan konsep “al-ma’un” yang memiliki konsep ilahiyah dan kerangka kemanusiaan, aksentuasi ketauladanan dalam Muhammadiyah secara ekstern dan intern, khususnya pada taraf jajaran pimpinan kepada anggota-anggotanya sebagaimana diajarkan Rasulullah Saw serta pemberdayaan kehadiran setiap warga dan simpatisan Muhammadiyah dalam setiap pengajian yang terjadwal sebab pengajian merupakan ruh energi Muhammadiyah.

Rumusan pemikiran hasil seminar dua hari ini dirangkum Sabtu (19/12) setelah memperhatikan pengantar Keynote Speech oleh Dr. H. Haedar Nashir, M.Si dan presentase makalah oleh 14 narasumber terdiri dari Prof. Dr. Azyumardi Azra, Prof. Dr. Syafiq A. Mughni, Dr. Yudi Latif, Dr. Abdul Mu’thi, Dr. Ahmad Norma Permata, Prof. Dr. A. Munir Mulkhan, Drs. M.. Chabib Chirzin, Dr. Ali Imran Sinaga M.Ag, Prof. Dr. H. Asmuni MA, Dr. Fatah Wibisono, Drs. Sukriyanto AR, M.Hum, Drs. Said Tuhuleley, Prof. Dr. Hj. St. Chamamah Soeratno dan Prof. Dr. H. Ilhamuddin Nst. M.Ag.

Sumber    : http://www.umsu.ac.id/

Label:

Tentang Muhammadiyah

Tentang Muhammadiyah

Muhammadiyah adalah sebuah organisasi Islam yang besar di Indonesia. Nama organisasi ini diambil dari nama Nabi Muhammad SAW. sehingga Muhammadiyah juga dapat dikenal sebagai orang-orang yang menjadi pengikut Nabi Muhammad SAW. Latar belakang KH Ahmad Dahlan memilih nama Muhammadiyah  yang pada masa itu sangat asing bagi telinga masyarakat umum adalah untuk memancing rasa ingin tahu dari masyarakat, sehingga ada celah untuk memberikan penjelasan dan keterangan seluas-luasnya tentang agama Islam sebagaimana yang telah diajarkan Rasulullah SAW.
Persyarikatan Muhammadiyah didirikan untuk mendukung usaha KH Ahmad Dahlan untuk memurnikan ajaran Islam yang dianggap banyak dipengaruhi hal-hal mistik. Kegiatan ini pada awalnya juga memiliki basis dakwah untuk wanita dan kaum muda berupa pengajian Sidratul Muntaha. Selain itu peran dalam pendidikan diwujudkan dalam pendirian sekolah dasar dan sekolah lanjutan, yang dikenal sebagai Hooge School Muhammadiyah dan selanjutnya berganti nama menjadi Kweek School Muhammadiyah (sekarang dikenal dengan Madrasah Mu’allimin _khusus laki-laki, yang bertempat di Patangpuluhan kecamatan Wirobrajan dan Mu’allimaat Muhammadiyah_khusus Perempuan, di Suronatan Yogyakarta).
Muhammadiyah secara etimologis berarti pengikut nabi Muhammad, karena berasal dari kata Muhammad, kemudian mendapatkan ya nisbiyah, sedangkan secara terminologi berarti gerakan Islam, dakwah amar ma’ruf nahi mungkar dan tajdid, bersumber pada al-Qur’an dan as-Sunnah. Berkaitan dengan latar belakang berdirinya Muhammadiyah secara garis besar faktor penyebabnya adalah pertama, faktor subyektif adalah hasil pendalaman KH. Ahmad Dahlan terhadap al-Qur’an dalam menelaah, membahas dan mengkaji kandungan isinya. Kedua, faktor obyektif  di mana dapat dilihat secara internal dan eksternal. Secara internal ketidakmurnian amalan Islam akibat tidak dijadikannya al-Qur’an dan as-Sunnah sebagai satu-satunya rujukan oleh sebagiab besar umat Islam Indonesia.
Muhammadiyah adalah Gerakan Islam yang melaksanakan da’wah amar ma’ruf nahi munkar dengan maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi Agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Muhammadiyah berpandangan bahwa Agama Islam menyangkut seluruh aspek kehidupan meliputi aqidah, ibadah, akhlaq, dan mu’amalat dunyawiyah yang merupakan satu kesatuan yang utuh dan harus dilaksanakan dalam kehidupan perseorangan maupun kolektif. Dengan mengemban misi gerakan tersebut Muhammadiyah dapat mewujudkan atau mengaktualisasikan Agama Islam menjadi rahmatan lil-’alamin dalam kehidupan di muka bumi ini.
Visi Muhammadiyah adalah sebagai gerakan Islam yang berlandaskan al-Qur’an dan as-Sunnah dengan watak tajdid yang dimilikinya senantiasa istiqamah dan aktif dalam melaksanakan dakwah Islam amar ma’ruf nahi mungkar di segala bidang, sehingga menjadi rahmatan li al-‘alamin bagi umat, bangsa dan dunia kemanusiaan menuju terciptanya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya yang diridhai Allah swt dalam kehidupan di dunia ini. Misi Muhammadiyah adalah:
(1) Menegakkan keyakinan tauhid yang murni sesuai dengan ajaran Allah swt yang dibawa oleh Rasulullah yang disyariatkan sejak Nabi Nuh hingga Nabi Muhammad saw.
(2) Memahami agama dengan menggunakan akal pikiran sesuai dengan jiwa ajaran Islam untuk menjawab dan menyelesaikan persoalan-persoalan kehidupan yang bersifat duniawi.
(3) Menyebarluaskan ajaran Islam yang bersumber pada al-Qur’an sebagai kitab Allah yang terakhir untuk umat manusia sebagai penjelasannya.
(4) Mewujudkan amalan-amalan Islam dalam kehidupan pribadi, keluarga dan masyarakat. Lihat Tanfidz Keputusan Musyawarah Wilayah ke-39 Muhammadiyah Sumatera Barat tahun 2005 di Kota Sawahlunto

Latar Belakang Berdirinya Muhammadiyah
Keinginan dari KH. Akhmad Dahlan untuk mendirikan organisasi yang dapat dijadikan sebagai alat perjuangnan dan da’wah untuk nenegakan amar ma’ruf nahyi munkar yang bersumber pada Al-Qur’an, surat Al-Imron:104 dan surat Al-ma’un sebagai sumber dari gerakan sosial praktis untuk mewujudkan gerakan tauhid.
Ketidak murnian ajaran islam yang dipahami oleh sebagian umat islam Indonesia, sebagai bentuk adaptasi tidak tuntas antara tradisi islam dan tradisi lokal nusantara dalam awal bermuatan faham animisme dan dinamisme. Sehingga dalam prakteknya umat islam di indonesia memperlihatkan hal-hal yang bertentangan dengan prinsif-prinsif ajaran islam, terutama yang berhubuaan dengan prinsif akidah islam yag menolak segala bentuk kemusyrikan, taqlid, bid’ah, dan khurafat. Sehingga pemurnian ajaran menjadi piliha mutlak bagi umat islamm Indonesia.
Keterbelakangan umat islam indonesia dalam segi kehidupan menjadi sumber keprihatinan untuk mencarikan solusi agar dapat keluar menjadi keterbelakangan. Keterbelakangan umat islam dalam dunia pendidikan menjadi sumber utama keterbelakangan dalam peradaban. Pesantren tidak bisa selamanya dianggap menjadi sumber lahirnya generasi baru muda islam yang berpikir moderen. Kesejarteraan umat islam akan tetap berada dibawah garis kemiskinan jika kebodohan masih melengkupi umat islam indonesia.
Maraknya kristenisasi di indonesia sebegai efek domino dari imperalisme Eropa ke dunia timur yang mayoritas beragama islam. Proyek kristenisasi satu paket dengan proyek imperialalisme dan modernisasi bangsa Eropa, selain keinginan untuk memperluas daerah koloni untuk memasarkan produk-produk hasil refolusi industeri yang melada erofa.
Imperialisme Eropa tidak hanya membonceng gerilya gerejawan dan para penginjil untuk menyampaikan ’ajaran jesus’ untuk menyapa umat manusia diseluruh dunia untuk ’mengikuti’ ajaran jesus. Tetapi juga membawa angin modernisasi yang sedang melanda erofa. Modernisasi yang terhembus melalui model pendidikan barat (belanda) di indonesia mengusung paham-paham yang melahirkan moernisasi erofa, seperti sekularisme, individualisme, liberalisme dan rasionalisme. Jika penetrasi itu tidak dihentikan maka akan terlahir generasi baru islam yang rasionaltetapi liberal dan sekuler.
1.        Faktor Internal
Faktir internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri umat islam sendiri yang tercermin dalam dua hal, yaitu sikap beragama dan sistem pendidikan islam.
Sikap beragama umat islam saat itu pada umumnya belum dapat dikatakan sebagai sikap beragama yang rasional. Sirik, taklid, dan bid’ah masih menyelubungai kehidupan umat islam, terutama dalam lingkungan kraton, dimana kebudayaan hindu telah jauh tertanam. Sikap beragama yang demikian bukanlah terbentuk secara tiba-tiba pada awal abad ke 20 itu, tetapi merupakan warisan yang berakar jauh pada masa terjadinya proses islamisasi beberapa abad sebelumnya. Seperti diketahui proses islamisasi di indonesia sangat di pengaruhi oleh dua hal, yaitu Tasawuf/Tarekat dan mazhab fikih, dan dalam proses tersebut para pedagang dan kaum sifi memegang peranan yag sangat penting. Melalui merekalah islam dapat menjangkau daerah-daerah hampir diseluruh nusantara ini.
2.        Faktor eksernal
Faktor lain yang melatarbelakangi lahirnya pemikiran Muhammadiah adalah faktor yang bersifat eksternal yang disebabkan oleh politik penjajahan kolonial belanda. Faktor tersebut antara lain tanpak dalam system pendidikan kolonial serta usaha kearah westrnisasi dan kristenisasi.
Pendidikan kolonial dikelola oleh pemerintah kolonial untuk anak-anak bumi putra, ataupun yang diserahkan kepada misi and zending Kristen dengan bantuan financial dari pemerintah belanda. Pendidikan demikian pada awal abad ke 20 telah meyebar dibeberapa kota, sejak dari pendidikan dasar sampai atas, yang terdiri dari lembaga pendidikan guru dan sekolah kejuruan. Adanya lembaga pendidikan colonial terdapatlah dua macam pendidikan diawal abad 20, yaitu pendidikan islam tradisional dan pendideikan colonial. Kedua jenis pendidikan ini dibedakan, bukan hanya dari segi tujuan yang ingin dicapai, tetapi juga dari kurikulumnya.
Pendidikan kolonial melarang masuknya pelajaran agama dalam sekolah-sekolah colonial, dan dalan artian ini orang menilai pendidikan colonial sebagai pendidikan yang bersifat sekuler, disamping sebagai peyebar kebudayaan barat. Dengan corak pendidikan yang demikian pemerintah colonial tidak hanya menginginkan lahirnya golongan pribumi yang terdidik, tetapi juga berkebudayaan barat. Hal ini merupakan salah satu sisi politik etis yang disebut politik asisiasi yang pada hakekatnya tidak lain dari usaha westernisasi yang bertujuan menarik penduduk asli Indonesia kedalam orbit kebudayaan barat. Dari lembaga pendidikan ini lahirlah golongan intlektual yang biasanya memuja barat dan menyudutkan tradisi nenekmoyang serta kurang menghargai islam, agama yang dianutnya. Hal ini agaknya wajar, karena mereka lebih dikenalkan dengan ilmu-ilmu dan kebudayaan barat yang sekuler  anpa mengimbanginya dengan pendidiakan agama konsumsi moral dan jiwanya. Sikap umat yang demikianlah tankanya yang dimaksud sebagai ancaman dan tantangan bagi islam diawal abad ke 20.

Label:

Struktur Organisasi Muhammadyah

Struktur Organisasi



ORGANISASI MUHAMMADIYAH
  1. Jaringan Kelembagaan Muhammadiyah:
    • Pimpinan Pusat
    • Pimpinaan Wilayah
    • Pimpinaan Daerah
    • Pimpinan Cabang
    • Pimpinan Ranting
    • Jama'ah Muhammadiyah
  2. Pembantu Pimpinan Persyarikatan
    • Majelis
      • Majelis Tarjih dan Tajdid
      • Majelis Tabligh
      • Majelis Pendidikan Tinggi
      • Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah
      • Majelis Pendidikan Kader
      • Majelis Pelayanan Sosial
      • Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan
      • Majelis Pemberdayaan Masyarakat
      • Majelis Pembina Kesehatan Umum
      • Majelis Pustaka dan Informasi
      • Majelis Lingkungan Hidup
      • Majelis Hukum Dan Hak Asasi Manusia
      • Majelis Wakaf dan Kehartabendaan
    • Lembaga
      • Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting
      • Lembaga Pembina dan Pengawasan Keuangan
      • Lembaga Penelitian dan Pengembangan
      • Lembaga Penanganan Bencana
      • Lembaga Zakat Infaq dan Shodaqqoh
      • Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik
      • Lembaga Seni Budaya dan Olahraga
      • Lembaga Hubungan dan Kerjasama International
  3. Organisasi Otonom
    • Aisyiyah
    • Pemuda Muhammadiyah
    • Nasyiyatul Aisyiyah
    • Ikatan Pelajar Muhammadiyah
    • Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah
    • Hizbul Wathan
    • Tapak Suci

    Sumber      : Organisasi Muhammadiyah

Label: